PENDUDUK DAN PERMASALAHAN

masalah kependudukan disini adalah pertambahan jumlah penduduk produk yang sangat tinggi di NSB ( Nusa Tenggara Barat ). Pertumbuhan penduduk ini akan menimbulkan berbagai masalah dan hambatan bagi upaya-upaya pembangunan yang dilakukan karena pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi tersebut akan menyebabkan cepatnya pertambahan jumlah tenga kerja, sedangkan kemampuan NSB dalam menciptakan kesempatan kerja baru sangat terbatas.
Sebagai akibat dari dua keadaan yang bertentangan diatas, maka pertumbuhan penduduk biasanya dapat menimbulkan masalah masalah seperti: struktur umur muda, jumlah pengangguran tang semakin lama semakin banyak dan terus bertambah,urbanisasi dan sebagainya.
Masalah kependudukan yang dihadapi NSB dewasa ini jauh lebih rumit dari pada massa sebelum Perang Dunia Kedua. Tinggkat pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi secara langsung telah menimbulkan masalah bagi NSB dalam upaya mereka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Tingkat pertumbuhan penduduk semakin cepat di NSB menyebabkan proporsi penduduk yang belum dewasa menjadi bertambah tinggi dan jumlah anggota keluarga bertambah besar. Dewasa ini Negara-negara maju penduduk yan berumur dibawah 15 tahun adalah sebesar 25-30 persen dari seluruh jumlah mereka, sedangkan di NSB proporsi tersebut antara 40-45 persen keadaan diramalkan akan tetap terjadi sampai akhir abad ini. Keadaan sebaliknya terdapat pada golongan penduduk yang produktif yaitu penduduk yang berumur antara 15-64 tahun. Dinegara Negara maju proporsi mereka adalah 55-60 persen sedangkan di NSB sebesar 50-55 persen.
Ada 3 ciri pokok yang menandai perkembangan permasalahn kependudukan Indonesia dewasa ini.yaitu laju pertumbuhan penduduk yang harus di turunkan,penyebaran penduduk antar daerah yang kurang seimbang, serta kuatlitas kehidupan penduduk yang perlu ditingkatkan. Sementara itu jika dilihat dari struktur umur, maka dapat dikatakan bahwa Indonesia mempunyai penduduk dengan struktur umur muda.
Tingkat pertumbuhan angkatan kerja yang cepat dan pertumbuhan lapangan kerja yang relative lambat menyebabkan masalah pengangguran di NSB menjadi semakin serius. Tingkat pengangguran terbuka sekarang dikota-kota afrika, Asia dan Amerika Latin rata-rata sekitar 10 persen dari seluruh angkatan kerja diperkotaan. Maslah ini dipandang lebih serius lagi bagi mereka yang berusia 15-24 tahun yang kebanyakan mempunyai pendidikan yang lumayan.
Namun demikian tinggkat pengangguran terbuka diperkotaan hanya menunjukan aspek-aspek yang tampak dari permasalhan kesempatan kerja, di NSB yang bagaikan sebuah gunung es. Tenaga kerja yang tidak bekerja secara penuh mempunyai berbagai bentuk, termasuk berbagai bentuk dan pengangguran tersembunyi, tetapi hasil studi ditunjukan bahwa sekitar 30 persen dari penduduk perkotaan di NSB bisa dikatakan tidak bekerja secara penuh, itu dikarenakan pekerjaan yang dilakukan tidak sebanding dengan upah yang mereka dapat.

sekian pembahasan ini saya buat, mudah-mudahan suatu saat nanti akan menjadi tolak ukur bagai mana cara kita untuk menanggulangi permasalahan kepadatan penduduk di indonesia. agar terciptanya negara yang nyaman dan terhindar dari masalah pengangguran….

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s