Manusia sebagai makhluk individu

Manusia sebagai individu selalu berada ditengah-tengah masyarakat, perilaku individu dalam kelompok ataupun tindakan terhadap orang lain bisa positif atau sebaliknya yaitu tindakan negatif. Tindakan seseorang dapat dikatakan positif apabila tidak mengandung unsur-unsur negatif yang nantinya dapat saling merugikan diantara kedua belah pihak. Begitu juga sebaliknya tindakan seseorang dapat dikatakan negatif apabila didalam tindakan tersebut mengandung unsur-unsur negatif yang dapat merugikan orang lain. Individu bersifat pribadi artinya setiap kelompok pasti mempunyai individu dimana individu tersebut mempunyai sebuah kepribadian yang berbeda-beda dengan yang laiinya. Oleh karena itu setiap kelompok pasti saling menjaga antar sasama individu baik dalam hal menjaga hubungan silaturahmi maupun menjaga dalam berbagai hal lainnya.
Dan telah kita ketahui dari pembahasan ini yaitu bahwa setiap prilaku atau tindakan individu baik dalam hal positif maupun negatif dapat dikelompokan menjadi empat bagian yaitu diantaranya : menolong ( helping ), kerjasama ( cooreration ), kompetisi ( competition ), dan konflik ( conflict ). Maka dengan adanya kelompok seperti ini kita dapat mengetahui berbagai masalah yang dihadapi dalam kehidupan setiap individu. yang pertama yaitu akan membahas tentang sebuah prilaku atau tindakan seseorang untuk menolong ( helping ). Maka yang harus kita ketahui sebelumnya yaitu bahwa setiap individu pada dasarnya mempunyai hati nurani untuk saling membantu baik dalam hal pelajaran maupun dalam hal kesehariannya. Contohnya saja dalam hal keseharian, misalnya pada sebuah anggota team Sepakbola yang berjumlah 11 individu dimana individu tersebut terkenal dengan rasa solidaritas yang tinggi. Akan tetapi pada suatu hari seorang individu yang kita anggap bernama Ryan, sedang latihan dengan teman temannya, kemudian individu lain dalam satu kelompok yang kita anggap saja bernama Anto datang kesebuah lapangan tidak membawa sepatu bola. Lalu Ryan menghampiri Anto

Ryan berkata : “hey Anto knapa tidak bermain bola ?”
Anto menjawab : iyah sebenernya saya ingin sekali bermain bola, tetapi saya tidak membawa sepatu bola
Ryan berkata : ini saya pinjamkan kamu sepatu bola, mungkin dengan sepatu ini kamu dapat mencetak Gol .. 
Anto menjawab : kamu baik sekali Ryan, baiklah saya pakai dulu yah sepatu kamu  “ terima kasih Ryan ?
Ryan menjawab : iyaah sama-sama 

Inilah dari sebagian kecil contoh dari prilaku atau tindakan seseorang untuk menolong ( helping ) setiap individu anggotanya.
Kemudian selain sifat individu yang suka menolong ada juga individu yang senang melakukan kerjasama ( cooreration ). Kerjasama ( cooreration ) merupakan gabungan dari pola pikir setiap individu untuk menghasilkan segala sesuatu untuk mencapai tujuan bersama. Contohnya kerjasama dalam membangun sebuah jembatan sungai yang hampir roboh, dimana jembatan tersebut sangat berguna sekali bagi para penduduk desa untuk melintasi jembatan tersebut yang umumnya jembatan sungai ini sering digunakan bagi pejalan kaki maupun para pengendara motor untuk melakukan aktifitasnya setiap hari. Maka disini lah akan terjalin setiap individu untuk melakukan sebuah kerjasama untuk membangun kembali jembatan sungai yang hampir roboh, karena dengan adanya kerjasama antar individu segala suatu pekerjaan akan dengan mudah dan dengan cepat terselesaikan.
Selanjutnya dari prilaku atau tindakan setiap individu yang mencerminkan sikap saling berkompetisi ( competition ). Kompetisi ( competition ) yang sering kita kenal dengan istilah persaingan. Setiap individu satu dengan individu lainnya pasti saling berkompetisi dalam berbagai hal. Contohnya berkompetisi dalam lingkungan pekerjaan. Semua individu yang bekerja dalam suatu perusahaan bersaing atau berkompetisi dalam mendapatkan kedudukan yang paling tinggi dalam suatu perusahaan. Mereka berlomba-lomba dalam meningkatkan kinerja mereka agar para atasan pun semakin simpatik dan bangga terhadap pekerjaan yang mereka lakukan untuk memajukan perusahaanya. Oleh karena itu setiap persaingan harus lah berjalan dengan baik, dengan berbagai hal positif dan tidak mengandung unsur saling menjatuhkan.
Dan yang terakhir yaitu prilaku atau tindakan dari setiap individu dalam menghadapi sebuah konflik ( conflik ). Bahwasannya konflik sering terjadi dalam kehidupan setiap individu yang akan mengakibatkan terjadinya keributan dan perkelahian antar individu. Konflik biasanya terjadi karena perbedaan pendapat antar individu. Contohnya saja dalam kehidupan keseharian seorang mahasiswa yang tidak terima dengan nilai jelek yang di berikan oleh dosennya. Alasannya mahasiswa tersebut yakin 100 persen akan kebenaran dari setiap jawaban-jawaban yang dia kerjakan pada Ujian tengah semester.akan tetapi dosen nya tidak memberikan nilai yang memuaskan kepada mahasiswanya. Karena dosennya hanya berkata ; “ jawaban kamu tidak sama seperti apa yang saya ucapkan waktu pelajaran didalam kelas”. Alasan itulah para mahasiswa tidak diterima dengan ucapan dosennya, karena menurut mahasiswa dosen lah yang tidak seharusnya berkata seperti itu. Karena tidak ada seorang pun yang dapat menjawab sesuai dengan perkataan ( ucapan ) dosennya ketika meteri pelajaran diberikan. Karena menurut mahasiswa hal yang terpenting untuk menjabab soal yaitu jawaban yang mengandung inti sama dan maksud serta tujuan yang sama.

Maka sekian lah pembahasan ini saya buat, semoga apa yang saya sampaikan dari pembahasan ini dapat menjadi pembelajaran kita sebagai makhluk individu yang tidak lepas dari individu lain…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s